Tentang reksaset

Apa itu reksaset, dan kenapa kami membuatnya

reksaset bukan sekadar daftar aset. Ini cara supaya setiap aset di semua cabang selalu punya jawaban, yaitu ada di mana, dipegang siapa, dan kapan harus diurus.

Tim reksaset · 5 menit baca

“Laptop itu sekarang di siapa?”

Pertanyaannya sederhana, tapi jawabannya sering tidak. Karyawan yang memegangnya sudah pindah cabang tiga bulan lalu. Di Excel kantor pusat, laptop itu masih tercatat di gudang. Fotonya pernah dikirim ke grup chat, tapi sudah tenggelam di antara ratusan pesan lain. Akhirnya seseorang menelepon satu per satu.

Kalau Anda pernah ada di posisi itu, Anda sudah paham kenapa reksaset ada.

1. Mencatat itu mudah, tetap tahu itu yang susah

Hampir semua perusahaan sudah punya daftar aset. Masalahnya, daftar itu benar pada hari dibuat, lalu pelan-pelan jadi salah. Aset berpindah tangan, pindah ruangan, pindah cabang, tapi filenya tidak ikut berubah.

reksaset tidak dibuat supaya Anda mencatat lebih rapi. reksaset dibuat supaya catatan ikut bergerak bersama asetnya. Setiap serah terima, transfer, dan perawatan dicatat saat terjadi, oleh orang yang mengerjakannya, bukan dikumpulkan admin di akhir bulan.

Kalau catatan tertinggal, akibatnya bisa mahal. Bapenda Tangerang Selatan tidak bisa menunjukkan 74 aset senilai Rp808 juta kepada BPK karena lokasi dan penanggung jawabnya tidak tercatat (jejakkata.news, 29 September 2026).

2. Setiap aset punya riwayat sendiri

Setiap aset diberi label QR yang dicetak langsung dari aplikasi. Saat label dipindai dengan kamera HP, yang muncul bukan sekadar nama barang. Anda langsung melihat lokasinya, siapa pemegangnya sekarang, kondisinya, dan riwayatnya sejak hari pertama.

Saat laptop diserahkan ke karyawan baru, serah terimanya tercatat di riwayat aset, lengkap dengan kondisi dan foto. Saat aset dipindah ke cabang lain, transfernya perlu disetujui, dicek per barang ketika tiba, dan berita acaranya bisa dicetak. Jadi pertanyaan “di siapa?” selalu punya jawaban, dan jawaban itu bisa ditelusuri ke belakang.

Halaman detail aset di reksaset: status, pemegang, lokasi, dan jadwal servis sebuah truk.
Halaman detail aset: status, pemegang, lokasi, dan jadwal servis dalam satu layar.

3. Yang jatuh tempo datang sendiri, tidak perlu dicari

Pajak kendaraan, uji KIR, polis asuransi, servis berkala. Semuanya punya tanggal, dan semuanya gampang terlewat kalau hanya tersimpan di kalender satu orang.

Di reksaset, pekerjaan yang perlu dikerjakan muncul di layar Hari ini, sesuai tugas masing-masing. Pada pagi ketika ada yang perlu diurus, setiap orang menerima satu email ringkasan: aset yang sudah lewat jatuh tempo, dan yang jatuh tempo minggu itu. Isinya satu email, bukan satu email per aset. Pengingat yang terlalu banyak sama saja dengan tidak ada pengingat.

Layar Hari ini di reksaset berisi tugas servis, pengembalian aset, dan keputusan yang menunggu.
Layar Hari ini: yang perlu dikerjakan hari ini, sesuai tugas masing-masing.

4. Kendaraan dan alat berat tidak butuh aplikasi lain

Perusahaan yang punya truk, mobil operasional, atau forklift biasanya mengurusnya terpisah. Ada satu file untuk aset kantor, satu lagi untuk armada, dan satu lagi untuk catatan bengkel.

Di reksaset semuanya ada di satu tempat:

  • Servis dijadwalkan per kilometer, per jam mesin (HM), atau per tanggal, mana yang lebih dulu tercapai.
  • Pengemudi mencatat KM langsung dari HP.
  • Pajak kendaraan, STNK, dan KIR diingatkan sebelum jatuh tempo.
  • BBM dicatat, dan konsumsinya dihitung otomatis.

5. Yang sengaja tidak kami buat

Bagian ini jarang ditulis di artikel perkenalan, tapi menurut kami penting.

  • Tidak ada pelacakan GPS. Fokus kami perawatan, kepatuhan, dan pemegang aset, bukan posisi kendaraan setiap detik.
  • Bukan software akuntansi. reksaset mencatat nilai perolehan dan nilai buku aset, tapi pembukuan tetap di aplikasi akuntansi Anda.
  • Tidak perlu instal aplikasi. Cukup browser di HP atau komputer.
  • Tidak berbagi database. Setiap perusahaan punya aplikasi dan database sendiri, dan bisa dipasang di server perusahaan.

Aplikasi yang mencoba mengerjakan semuanya biasanya berakhir dipakai setengah hati. Kami memilih mengerjakan sedikit hal, tapi benar.

Kami masih di awal

reksaset masih muda. Harga resmi belum kami tetapkan, dan fiturnya terus bertambah dari masukan pemakai pertama. Itu juga berarti Anda bisa ikut menentukan arahnya.

Kalau aset Anda masih tercatat di Excel, Anda tidak perlu mendata ulang. Kirim filenya, kami bantu rapikan dan pindahkan ke reksaset.

  • Tentang reksaset
  • Manajemen aset
  • Multi-cabang